Yamada Elf

image

Layaknya peri yang turun dari kahyangan, Yamada Elf turun ke hati kita semua untuk jadi bahasan Waifu Wednesday di minggu ini.

image

Mumpung serialnya baru saja selesai, sekalian saja kita bahas biar tidak diprotes “Kenapa waifu musim ini tidak dibahas?” Well, kita memang sebisanya tidak membahas waifu yang serialnya masih on-going sih.

Mengakhiri musim_semi tahun ini, bahasan Waifu Wednesday kita mulai dari seorang gadis 2D yang menjadi perbincangan hangat di linimasa saya baik dari kalangan otaku, wibu, maniak, maupun para penggila moe sebangsa dan setanah air. Yaitu Yamada Elf dari serial Eromanga-sensei.

image

Sagiri? Dare da sore?

Gadis yang memiliki nama asli Emily ini aslinya memang berperan sebagai secondary heroine. Namun entah mengapa popularitasnya justru mengalahkan Sagiri yang sejatinya adalah main heroine di serial ini.

Well, faktornya cukup kompleks untuk dijabarkan, namun saya sendiri sudah cukup terbiasa melihat karakter ‘nomor dua’ sengaja lebih diberikan “push” ketimbang karakter utama, jadi ya nevermind.

Daripada pusing-pusing, mending kita langsung saja bahas gadis kecil yang satu ini.

+ Waifu material for sure

image

Mandiri, bisa masak, punya sumber penghasilan sendiri, dan juga bisa main piano sambil telanjang,  apalagi yang kurang?

Rasanya Elf sudah memenuhi syarat dasar dari seorang istri idaman yang didamba-dambakan oleh setiap pria. Kecuali kalau kalian agak maniak, dan punya fetish yang berlebihan ya.

Namun ada baiknya kamu nasihati Elf agar menutup tubuhnya terlebih dulu sebelum mulai bermain piano di dekat jendela yang terbuka. Waifumu memang cantik sih, tapi apa iya rela dibagi-bagi?

+ Kapan lagi punya waifu peri?

image

Just some random fun-fact yang bersifat intermezzo. Tidak perlu dianggap terlalu serius.

Lagipula ini hanya murni pendapat pribadi saya, sama sekali bukan spoiler dari novelnya. Toh saya sendiri juga sama sekali belum baca.

Jika kalian perhatikan baik-baik telinga dari Yamada-sensei, jelas-jelas bukan bentuk dari telinga manusia bukan?

Apa mungkin karena itu dia menggunakan “Elf” sebagai nama penanya ya?

+ Your beloved Tsundere-type girl

image

Bu-Bukan berarti saya suka gadis tipe tsundere loh! Kalian jangan salah paham ya? Hmph!

Aduh tolong… for real, saya tidak into tsundere sama sekali, maji de. Tapi karena sepertinya tsundere adalah tipe yang paling disukai oleh otaku secara umum, mau tidak mau harus saya tulis sebagai kelebihan disini.

+ Ojou-sama

image

Materi tidak usah kalian khawatirkan sama sekali jika berpacaran dengan Elf.

Dia cukup kaya sampai mampu membeli rumah sendiri di tengah-tengah kota besar dengan hanya bermodal royalti yang didapatkan dari novelnya yang diangkat menjadi anime.

Selain jumlah royalti fantastis yang didapatkannya dari menulis, dia sendiri juga sudah berasal dari keluarga yang kaya raya yang memiliki pulau pribadi, kapal sebagai akomodasi untuk menyeberang kesana, sekaligus barisan para pengawal yang siap menjaganya dari marabahaya.

image

Walau rasanya mungkin bakal agak canggung. Terutama jika kalian berasal dari keluarga dengan taraf ekonomi menengah, dan sedang berusaha mendekati seorang tuan putri dari keluarga kaya seperti Elf ini.

Rasanya memang waifu idaman ya? Tapi ingatlah pepatah yang berbunyi “Perfect girl doesnt exist”, karena dibalik semua itu Elf-chan memiliki poin-poin minus yang patut diperhatikan seperti …

– Narsis gak ketolongan

image

Percaya diri memang boleh, dan memang harus dimiliki supaya punya motivasi hidup.

Namun kalau pedenya overdosis kayak Elf, rasanya sudah masuk kategori narsis deh. Saking narsisnya sampai saya sendiri ingin menjitak anak ini kalau tetiba penyakit narsisnya kambuh. Oh well, I did (gently) punch my beloved monitor when this kid getting overly narcistic anyway. I mean, mukanya pas narsis itu ngeselin banget loh.

– Chuunibyou akut

image

Aduh tolonglah, ini sudah tahun 2017 dan kamu masih ingin orang lain percaya kalau manuskrip bisa secara ajaib dipanggil dengan lingkaran sihir?

Kalau memang benar begitu, lantas kerjaan author ngapain dong? Goler-goleran sambil menunggu manuskrip nongol dari kahyangan gitu?

– Moody parah

image

Meski novel yang ditulisnya hampir selalu top-selling, namun metode yang digunakannya saat menulis sangat tidak mencerminkan seorang profesional.

Seringkali mangkir deadline, menulis seenak mood-nya jika tidak sedang ingin menulis? main game dan goleran adalah jawabannya. Dan jika deadline hampir tiba? Plester demam dan ikat rambut dipasang mirip seperti mahasiswi yang sedang mengejar deadline skripsi.

image

Intinya, dibalik poin-poin kelebihan dan kekurangan diatas, namun saya setuju bahwa Elf adalah “Best Girl” dari serial ini. Meski dia tidak berhasil memenangkan hati sang protag, tapi setidaknya dia berhasil memenangkan hati kita semua.

Toh seperti yang saya selalu bilang kan? “Best girl never won”.

image

“Best girl never won, hmph… ma ii”

Tumben mas musim_semi ga nulis baper ya…

Hmm siapa bilang? Tunggu saja ya minggu depan.

Sumber klik di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s